Pastikan anda sudah membaca artikel sebelumnya Materi Perubahan Fisika dan Kimia Kelas 7 | Terlengkap (3). Karena materi ini lanjutan materi sebelumnya
Reaksi Kimia
Reaksi kimia adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat yang baru dengan sifat-sifat yang baru.
Reaksi kimia dituliskan dengan menggunakan lambang unsur. Gabungan lambang yang menunjukkan suatu reaksi kimia dinamakan persamaan kimia. Zat yang bereaksi di sebelah kiri anak panah disebut pereaksi. Sedangkan zat di sebelah kanan anak panah disebut hasil reaksi.
Hukum konservasi materi menyatakan bahwa dalam reaksi kimia biasa tidak ada materi yang hilang meskipun mungkin berubah. Jumlah atom dalam pereaksi harus tetap sama dengan yang dihasilkan, betapa pun atom-atom itu berubah untuk membentuk pola molekul yang baru. Apabila suatu persamaan memenuhi syarat-syarat itu, dapat dikatakan persamaan itu setimbang.
1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia
Ketika terjadi reaksi kimia, terdapat perubahan-perubahan yang dapat kita amati. Perhatikan ciri-ciri reaksi kimia berikut.
a. Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Perubahan Warna
b. Reaksi Kimia dapat Membentuk Endapan
c. Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Perubahan Suhu
d. Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Gas
a. Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Perubahan Warna
b. Reaksi Kimia dapat Membentuk Endapan
c. Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Perubahan Suhu
d. Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Gas
Ketika kamu melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi ke dalam segelas air, kamu akan melihat gelembung-gelembung gas muncul dari dalam larutan. Hal ini membuktikan bahwa dalam peristiwa reaksi kimia dapat menimbulkan gas. Selain contoh di atas, kamu juga dapat mengamati reaksi kimia yang menghasilkan gas pada saat kamu membuka kaleng minuman berkarbonasi.
Untuk menguji jenis gas yang terbentuk dalam reaksi kimia dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain seperti berikut.
1) Uji Karbon Dioksida
Uji karbon dioksida (CO2) dapat dilakukan dengan mengalirkan gas pada air kapur atau kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Jika gas tersebut karbon dioksida (CO2) maka air kapur yang semula jernih menjadi keruh dan terbentuk endapan putih kalsium karbonat (CaCO3).
2) Uji Oksigen
Uji oksigen dapat dilakukan dengan mendekatkan lidi yang membara di mulut tabung tempat reaksi. Bila bara makin besar berarti gas tersebut adalah gas oksigen, tetapi jika bara padam berarti gas yang dihasilkan adalah karbon dioksida.
3) Uji Hidrogen
Uji hidrogen dilakukan dengan mendekatkan lidi yang menyala di dekat mulut tabung tempat reaksi. Jika terbentuk gas hidrogen maka akan terjadi letupan-letupan kecil.
2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi Kimia
Berdasarkan laju reaksinya, maka reaksi kimia ada yang berlangsung cepat, dan ada pula yang berlangsung lambat. Contoh reaksi kimia yang berlangsung cepat adalah reaksi kimia pada tablet effervescent ketika dilarutkan dalam air, dan menyalakan kembang api. Adapun contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat adalah proses korosi atau berkaratnya besi, reaksi pembuatan tempe dan tape.
Laju reaksi kimia dapat ditentukan dengan mengukur berkurangnya jumlah reaktan yang bereaksi atau pertambahan jumlah produk yang terbentuk tiap satuan waktu tertentu. Laju reaksi kimia dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi kimia di antaranya sebagai berikut.
a.Pengaruh Ukuran Zat terhadap Laju Reaksi
b. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi
c. Katalis
Demikian Materi Perubahan Fisika dan Kimia Kelas 7 | Terlengkap semoga dapat menjadi referensi dan bermanfaat.